Mengapa daun pisang lebih baik digunakan sebagai pembungkus makanan dari pada plastik?

 

“artikel ini terinspirasi saat pagi hari saya berbelanja ke pasar tradisional dan melihat perbedaan beberapa kemasan makanan yang sudah terjamah masa modernisasi dan kemasan yang masih memakai kemasan tradisional.”

Dewasa ini kemasan makanan menjadi perbincangan yang sangat penting dan perlu diperhatikan sebagai bagian dari makanan yang akan kita konsumsi.  Mungkin sebagian dari kalian menganggap bahwa kemasan makanan hanya sekedar  sebagai pelindung  makanan, padahal  fungsi lain dari pembungkus makanan ini juga untuk melindungi makan dari kerusakan fisik,kimia, biologis maupun mekanis. Selain itu industri makanan yang berkembang akhir-akhir ini, menuntut para produsen untuk berlomba-lomba menarik perhatian konsumen dari penampilan luar atau kemasan makanan yang didesain semenarik mungkin tanpa memperhatikan keselamatan dari para konsumen.

Pembungkus makanan yang saat ini tengah berkembang biasanya terbuat dari plastik. Tahu kah kamu sejarah plastik? Sejak tahun 1950-an plastik menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Plastik digunakan sebagai bahan baku kemasan, tekstil, bagian-bagian mobil dan alat-alat elektronik. Pada tahun 1976 plastik dikatakan sebagai materi yang paling banyak digunakan dan dipilih sebagai salah satu dari 100 berita kejadian pada abad ini. Plastik pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Parkes pada tahun 1862 di sebuah ekshibisi internasional di London, Inggris.

Nah sudah tahu kan sejarah plastik, saat ini plastik menjadi bagian kemasan makanan yang sudah terjamah  modernisasi,  bagaimana dengan daun pisang, apa kalian tahu kandungan daun pisang? Daun pisang mengandung polifenol dalam jumlah besar yang sama seperti pada daun teh, berbentuk EGCG, sehingga menghasilkan aroma khas ketika menjadi bahan pelengkap makanan. Daun Pisang memiliki bentuk daun yang besar dan panjang sehinggga biasanya dipakai untuk meletakkan makanan di atasnya. Daun pisang pun ternyata memiliki manfaat yang cukup baik. Selain digunakan sebagai pembungkus makanan, daunnya ternyata bisa digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar.

Jika kalian pergi ke pasar  tradisional untuk membeli tempe, tanpa kalian sadari kalian dihadapkan pada dua pilihan, yaitu ada tempe yang dibungkus dengan plastik atau tempe yang dibungkus hijaunya daun pisang. Hal inilah yang membuat saya tertarik membahas kemasan modernisasi dan tradisional dengan menggunakan  salah satu contoh  makanan  terkenal Indonesia yang biasanya menggunakan kemasan yang  berbeda yaitu tempe. Apakah ada perbedaan dari tempe yang dibungkus plastik atau tempe yang dibungkus daun pisang??

Ok bagaimana dengan tempe apa kalian tahu kekhasan dari salah satu makanan terkenal Indonesia ini?

Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lainnya yang menggunakan beberapa jenis kapang rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus, sehingga membentuk padatan kompak berwarna putih. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai ragi tempe. Warna putih pada tempe disebabkan adanya miselia jamur yang tumbuh pada permukaan biji kedelai. Tekstur kompak juga disebabkan oleh mise1ia jamur yang menghubungkan biji-biji kedelai tersebut. Banyak sekali jamur yang aktif selama fermentasi, tetapi umumnya para peneliti menganggap bahwa Rhizopus sp merupakan jamur yang paling dominan. Jamur yang tumbuh pada kedelai tersebut menghasilkan enzim-enzim yang mampu merombak senyawa organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga senyawa tersebut dengan cepat dapat dipergunakan oleh tubuh.

Dalam sebuah penelitian meyebutkan bahwa tempe yang dibungkus rapat dengan plastik akan lebih cepat membusuk dibandingkan dengan tempe yang dibungkus oleh daun pisang. Mengapa hal ini bisa terjadi? Lalu beberapa orang juga berpendapat tempe yang dibungkus daun pisang akan terasa lebih enak dibandingkan dengan tempe yang dibungkus plastik. Apakah menurut kalian juga begitu?

Molekul kecil pada kemasan plastik yang digunakan untuk membungkus tempe atau bahan makanan lainnya dikhawatirkan akan melakukan migrasi ke dalam bahan makanan yang dikemas, hal inilah yang dapat menyebabkan cepatnya pembusukan tempe. Apalagi jika plastik diolah dari bahan yang berbahaya, hal ini dapat mengakibatkan bahan kimia bercampur dengan tempe dan akan menghambat pertumbuhan kapang. Tahukah kamu bahwa kapang tempe yang digunakan bersifat aerob obligat, artinya membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu jika tempe dibungkus dengan plastik yang rapat dikhawatirkan proses fermentasi akan terhambat dan kualiatas kapang yang dihasilkan akan mempengaruhi kulaits tempe juga. Ingat kapang tempe  sangat membutuhkan udara!  Selain itu, plastik tidak mempunyai rongga karena partikel-partikelnya padat,sementara itu daun pisang memiliki rongga yang tidak terlalu padat sehingga sirkulasi udara berjalan lancar yang berguna bagi tempe ketika menguap.

Sementara itu daun pisang  merupakan bahan organik yang memiliki sifat kontaminan alami yang ada pada daunnya. Macam bakteri yang sering ada pada permukaan daun adalah Bacillus cereus, B.Subtilis, Lacotbacillus acidophilus sp., Staphylococcus aureus, S.epidermidis, pseudomonas sp.,Corynebacterium sp.,Micrococcus sp. Kapang yang sering ada adalah Mucor mucedo, Aspergillus niger, A.flavus, penicilium expansum,Rhizopus stolonifer (Supardi dan Sukamto, 1999). Sejak dulu daun pisang digunakan oleh masyarakat jawa sebagai pembungkus makanan terutama tempe, hal ini disebabkan karena membungkus tempe dengan daun pisang sama halnya dengan menyimpan tempe dalam ruang gelap dimana hal itu adalah salah satu syarat ruang fermentasi. Walaupun dibungkus kelebihan lainnya daun pisang masih bisa melakukan sirkulasi udara Karena rongga-rongga udaranya. Ini dia yang menambah  kelebihan  tempe jika dibungkus dengan daun pisang, kandungan polifenol yang terdapat pada daun pisang sama dengan daun teh yang dapat menjadi antioxidant. Antioxidant polifenol dapat mengurangi resiko penyakit jantung, pembuluh darah dan kanker. Aroma dari tempe pun akan lebih harum dan tak berbau tengik karena ada kandungan polifenol ini. Kandungan polifenol juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri streptococcus dan akan lebih memaksimalkan proses fermentasi pada tempe karena kapang tumbuh dengan baik.

Pengemasan bahan pangan memegang peranan penting dalam pengendalian dari kontaminasi mikroorganisme terhadap produk bahan pangan. Apabila tercemar oleh mikroorganisme dan disimpan dalam kondisi yang memungkinkan bagi aktivitas metabolisme dapat menimbulkan kerusakan bahan pangan dan membahayakan kesehatan konsumen (Supardi dan Sukamto, 1999).

Cita rasa tempe kedelai ditentukan oleh jenis kedelainya dan ditentukan juga oleh jenis pembungkus yang digunakan selama fermentasi. Selama ini yang kita ketahui ada dua jenis pembungkus tempe, yaitu plastik dan daun pisang. Kemasan plastik memiliki kelebihan yaitu kuat, ringan, tidak karatan serta dapat diberi warna, sedangkan kelemahannya adalah molekul kecil yang terkandung dalam plastik yang dapat melakukan migrasi ke dalam bahan makanan yang dikemas. Daun pisang memiliki kelebihan pembungkus alami yang tidak mengandung bahan kimia, mudah ditemukan, mudah di lipat dan memberi aroma sedap. Di samping itu juga memiliki kekurangan, antara lain mudah sobek dan kebersihan kurang. Selain tempe ada makanan lain yang mungkin juga memakai plastik dan daun pisang sebagai alternatif pembungkusnya, kalian bisa mencari tahunya sendiri dengan salah satu referensinya adalah pembungkus makanan pada tempe ini.

Jadi menurut kalian mana yang lebih baik, membungkus makanan dengan plastik atau denagan daun pisang?

sumber:

http://www.scribd.com/doc/93487696/55717207-Pemanfaatan-Daun-Talas-Sebagai-Pembungkus-Makanan

http://dc402.4shared.com/doc/R667F5Xt/preview.html

http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/pangan/piwp/tempe.pdf

http://lab.tekim.undip.ac.id/mikrobiologi/files/2012/03/TEMPE.pdf

http://etd.eprints.ums.ac.id/10919/2/Bab_I.pdf

Author:

biologimania, traveller, foodmania.. this is me

55 thoughts on “Mengapa daun pisang lebih baik digunakan sebagai pembungkus makanan dari pada plastik?

  1. Sotoy kalo kalian pada mnganggap daun paling bagus sbg pembungkus tempe..

    Liatlah langsung proses bikin tempe yg bener gimana baru comment.

    Klo pke plastik bisa dipilih plastik yg berkualitas bagus dan punya standart sni . Dan pada proses dibuatnya tempe. Tu plastik dilubangin biar ada rongga udara !. Untuk kandungan dari plastik bisa berpindah , mungkin itu benar kalo ada proses pemasakan * panas / api pada plastik. Sdngkan pada tempe *hrs dingin ga boleh panas / anget pas dimasukin ke dlm plastik (ragi akan mati) dan pada proses fementasi tdk kena cahaya lngsung (mnurut saya ga brpindh molekul brbahaya pada plastik) makanya pilih plastik yg brkualitas jg jgn ngasal –

    Kualitas tempe ditentukan oleh bahan spt kapang kedelai . Ragi. Higienitas. Dan proses dlm pembuatannya. Pembungkus tak akan berpengaruh banyak pada rasa yang dihasilkan jikalau faktor pembuatn tempe tidak diperhatikan

    Banyaklah baca sumber / ilmu yg sudah dibakukan dan terjun langsung ke lapangan sblm comment

    Thankyou

  2. Terima kasih atas penjelasannya.. sebagai konsumen, saya sendiri lbh memilih nasi bungkus saya dibungkus daun pisang ketimbang plastik atau kotak, karena jika dibungkus daun pisang membuat selera makan saya naik hehehe…

    Bravo Author untuk sharing-an nya

  3. maaf sebelumnya,
    saya penjual tempe dengan plastik itu artikel anda bagus tapi anda salah kalo tempe plastik tidak ada sirkulasi udara. malah kami melubagi banyak pada semua bagian plastik agar jamur bisa berkembang, karna kalo tidak kami lubangi tempe tidak akan jadi. dan untuk tempe yang terbuat dari daun itu malah cepet busuk karna saya pernah memakai daun. untuk soal rasa tempe buatan saya jauh lebih enak dari tempe yang di bungkus daun karna kualitas rasa tempe di tentukan oleh kualitas jenis ragi bukan dari pembungkus. kalo pembungkus daun cuman memberikan aroma yang khas bukan rasa. jadi tolong artikel anda ini direvisi lagi

  4. Seblumnya maaf,apakah seblum menulis anda telah melakukan riset langsung ke tukang tempe.sepertinya enggak.
    anda hanya tau teori,pada kenyataanya pembuatan tempe plastik td mutlak begitu.msh bisa dilakukan beberapa modifikasi.
    penggunaan daun pisang Pisang pun,anda tau daun pisang terbaik adalah daun pisang yg pohonnya ditanam di seblah kandang sapi.
    proses pengambilan pun pohonnya td mungkin di panjat,hanya daunnya yg langsung dipotong.daun jatuh kesekitar kandang,tukang tempe td ada yg mencuci daun tsb.
    Sekali lagi,lebih baik anda praktek,kalau bisa terjun langsung,melihat langsung bagaimana proses pembuatannya.

  5. artikelnya menarik sekali tapi ada kelemahan dari daun pisang yaitu kita tdk bs melihat apakah tempe tu dibuat dg bhn yg aman ato di cmpr dg bhn kimia krn tempe dibks dg rapat.sedangkan yg memakai plastik dpt kita lihat apalagi saat tempe tsb dibagi jd beberapa bgn.saat ni ada oknum” pembuat tempe yg berbuat curang&sdh masuk di media.jd sbg konsumen hrs cermat dlm memilih makanan.

  6. beneeeer bgt ris, dauuuun pisang tuh emang lebiiiih baguuuus untuk ngebungkus makanan-makanan seperti lontong dan kue-kue lainnya,lebih terasa enaknya dan lebih terjamin kebersihan makanannya. setujuuuuuuu!!!
    bagi yang mau bikin kue pake daun pisang, silahkan belakang rumahku banyak daun pisang heheheh

  7. kalau ditanya lebih baik mana untuk membungkus makanan, tergantung makanannya apa dulu…:)
    sewaktu saya praktikum bioteknologi membuat tempe ada kelompok yang memakai pembungkus daun dan ada yang memakai pembungkus plastik. dan Ibu DR.Zulfi selaku dosen biotenologi menanyakan apakah ada perbedaan yang dibungkus dengan plastik dengan yang dibungkus dengan daun. dan beliau bilang tidak ada bedanya yang menggunakan plastik dengan daun (sepertinya dilihat dari rasa dan kualitas tempe yang baru jadi).
    tapi dari artikel ini saya jadi tau ternyata penggunaan daun lebih baik:)

  8. Menarik artikelnya..
    mungkin sebelum kita tahu membungkus makanan pakai plastik lebih baik dari pada daun pisang. Tapi kenyataannya nggak..
    ada tambahan nih temen nunuy punya warung makan toge goreng di daerah bogor, bungkusnya itu pake daun patat. Rasanya ga berubah tetep enak :9 mungkin karena efek si daun itu juga kali ya..

  9. saya setuju dengan penggunaan daun pisang untuk membungkus tempe karena sangat ramah lingkungan untuk kita dan juga untuk pertumbuhan kapang. tapi ada satu pertanyaan Bagaimanakah dampak dari bakteri dan pertumbuhan jamur yang berlebihan pada daun pisang yang membungkus tempe?[PDF]
    etd.eprints.ums.ac.id/5714/1/J_300_060_002.PDF

  10. saya setuju dengan daun pisang karena selain ramah lingkungan juga ramah terhadap tubuh kita dan sangat mendukung pertumbuhan kapang untuk membentuk cita rasa yang enak pada tempe, tapi ada satu pertanyaan apa dampak dari bakteri yang ada di daun pisang?
    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=Kebaikan+daun+pisang+untuk+membungkus+tempe&source=web&cd=1&ved=0CFAQFjAA&url=http%3A%2F%2Fetd.eprints.ums.ac.id%2F5714%2F1%2FJ_300_060_002.PDF&ei=E37FT_viGM3prQfVqOHKBQ&usg=AFQjCNFPI1IwrtDF6UzGExJtz5SKf8UnUQ

  11. Assalamu’alaykum… artikel ini bener” bermanfaat banget, bisa disangkut kan dengan artikel alvian. daun pisang yang dimanfaatkan sebagai bungkus makanan memiliki kerugian tersendiri yakni pertumbuhan tumbuhan yg dimanfaatkan daunya itu. dan apa yg terjadi ketika daun itu telah layu, apakah ada pengaruh zat” yg tidak baik…?
    maksh ^_^

  12. Daun pisang memang baik untuk mengurangi polusi sampah,. tapi perlu diingat bahwa peoses untuk menjadi daun pisang itu memerlukan waktu yang lama. daun pisang juga mudah busuk saat masih digunakan sebagai pembusuk. jadi kemungkinan terkontaminasinya sangat mudah. terlebih ketika akan dijual, daun pisang sering diletakkan tergeletak dimana saja.lebih baik menggunakan wadah yang dapat dicuci sebagai cetakan agar bisa dicuci dan dipakai kembali.

  13. sy lbh setuju menggunakan daun sebagai pembungkus karena selain aman juga alami,jadi tidak dikhawatirkan terkontaminasi oleh bakteri jahat kalau di cuci dengan benar dan bersih,di bandingkan kantong plastik yg bahannya mengandung unsur kimia yg berbahaya,dan dikhawatirkan pembuatannya pun tidah higienis sehingga dengan mudah terkontaminsasi oleh bakteri dari udara tangan para pekerja,dan alat2 tg kurang higienis………

  14. menurut saya daun pisang lebih aman digunakan karena alami dan tidak berbahaya,di bandingkan dengan kantong plastik mengandung bahan kimia yang berbahaya apabila terkontaminasi,dan tidak ramah lingkungan,…

  15. Pilih pake daun pisang aja deh. Selain murah, lebih ramah lingkungan, lebih banyak manfaatnya juga. Selain itu, plastic tersusun atas monomer-monomer, ketika plastic tersebut digunakan untuk membungkus makanan, monomer akan berpindah dari plastic ke makanan, belum lagi jika tempe yang dibungkus plastic terkena sinar matahari langsung, polimer –polimer pada kemasan akan terdegradasi dan masuk ke makanan. http://elits38.wordpress.com/2008/07/31/bahaya-dibalik-kemasan-makanan-plastik/

  16. saya setuju dengan artikel anda saudari rista, 99% setuju.. hhe
    Pisang bisa dinikmati dengan rasanya yang manis. Bahkan kulitnya punya khasiat, begitupula dengan daunnya. Daun pisang yang segar dan berwarna hijau sangat bermanfaat bagi tubuh, terutama dalam perawatan kulit.

    Berikut beberapa manfaat daun pisang bagi kulit:

    1. Ramuan alami dapat mengobati luka kecil pada kulit dan gangguan kulit lainnya seperti ketombe, eksim, dan sengatan matahari. Pengunaan sari dari jus daun pisang segar secara bertahap akan menyembuhkan gangguan hingga ke akarnya. Anda juga dapat merendam daun dengan air dingin dan oleskan pada kulit yang terbakar sinar matahari.

    2. Daun pisang memiliki sifat obat yang dapat meredakan gigitan serangga beracun, sengatan lebah, gigitan laba-laba, ruam, iritasi kulit. Daun ini populer dengan sebutan penghapus alami.

    3. Krim kosmetik dan lotion yang mahal mengandung bahan aktif yang disebut Allantoin yang ditemukan pada daun tanaman. Allantoin membantu penyembuhan lebih cepat, membunuh kuman, dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru.
    http://kesehatan.liputan6.com/read/342814/khasiat_daun_pisang_bagi_kulit

  17. setuju rista..
    yang tradisional memang the best, belum tentu yang moderen itu selalu baik..
    memang pada daun pisang salah satunya terdapat bakteri Bacillus cereus, bakteri ini merupakan bakteri gram positif, bersifat aerobik, dan mampu membentuk spora yang dapat ditemukan di tanah, pada sayuran maupun produk pangan (Tay, et al., 1982). Spora dari jenis bakteri ini tahan terhadap panas dan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan dan mampu membentuk kecambah dalam larutan yang mengandung NaOH dan HCL (Vecci dan Drago, 2006)

    Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biochemistry/2174115-bakteri-bacillus-cereus/#ixzz1wGca9CQL

  18. Setuju bgt ris… memang yah sesuatu yang natural itu selalu lebih banyak menghasilkan manfat utk kita, sudah saatnya kta terbiasa dan kembali memanfaatkan sesuatu dari alam (tumbuhan dan hewan). dalam penggunaan plastik sudah sejak dulu pemerintah mnsosialisasikan tentang dampak penggunaannya, plastik sendiri terbagi menjadi beberapa tipe yng baik digunakan ataupun sebaliknya. penggunaan plastik yang aman utk makanan misalnya
    Kriteria wadah plastik untuk makanan:
    – Ada tanda food grade, yaitu logo gelas dan garpu, artinya plastik tersebut layak dipakai untuk memproduksi perlengkapan makan.
    – Ada tanda food safe, yaitu logo contreng, artinya makanan atau minuman tersebut aman tidak terkontaminasi bahan-bahan kimiawi.
    – Ada merek dagang yang dipatenkan, yaitu ada logo M (trade mark) atau R (registered). Artinya produk tersebut sudah terdaftar dan terjamin keasliannya.

    Kita sering melihat tanda “segitiga” pada kemasan makanan atau minuman. Di dalam segitiga tersebut tercantum angka 1 – 7. Nah, setiap angka ada artinya, yakni: bisa dilihat http://www.upstegal.ac.id/html/index.php?id=artikel&kode=38
    namun ketika kita melihat misla sperti kasus tempe tersebut dmn plastik yang digunakan tidak baik, ya sebaiknya pilih yang pakai daun saja,^_^

  19. tambahan buat alvian: bukan kulit pisang tapi daun pisang ya…:)
    to iyus: untuk fungsi pasti sama saja tapi kandungannya saya blum tau,hanya saja kalau pakai daun jagung atau kelapa permukaan daunnya kan sempit mungkin perlu dianyam dulu supaya bisa jadi wadah makanan,untuk daun jati sebelumnya saya pernah menjelaskan kalau tempe dengan daun jati punya hasil yang kurang baik dibanding tempe.
    buat yang lain makasih ya infonya tapi ada beberapa info yg menggunakan sumber yang sama dengan saya.

  20. to amuy; sip muy daun pisang yang digunakan dengan cara yg bnar akan memberikan manfaat untuk makanan yg dibungkusnya..
    to bayu; tau ga kalau nasi bakar atau orang sunda menyebutnya nasi timbel akan lebih tercium harumnya saat daun pisangnya di bakar,ga akan merugikan kok karena justru menambah cita rasa,dengan di bakar daun pisang bisa lbih baik digunakan…
    to vian: udah baca artikelnya blum?disana rista juga mencantumkan kekurangan dari daun pisang,tapi daun pisang yang dipakai tidak hanya bernilai sebagai pembungkus makanan saja,tapi bernilai estetika,kesederhanaan,kesehatan dan kealamian…

  21. memang lebih baik menggunakan daun pisang dibandingkan menggunakan plastik.
    seperti pernyataan dari Dr. Yadi Haryadi, ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor yaitu tak semua plastik tercipta dan terbuat dalam keadaan aman untuk segala penggunaan. Ada plastik yang aman dan ada yang berbahaya. Karena plastik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya untuk tubuh, perlu diperhatikan apakah plastik wadah makanan yang digunakan sudah terdaftar oleh badan resmi yang menyatakan aman untuk kesehatan. Yang paling berbahaya adalah plastik kresek berwarna hitam yang banyak digunakan di pasaran. Plastik semacam ini mengandung zat kimia yang mudah mencemari makanan di dalamnya.

  22. memang lebih baik penggunaan daun pisang dalam membungkus makanan di banding dengan plastik.
    Berikut pernyataan Dr. Yadi Haryadi, ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor : tak semua plastik tercipta dan terbuat dalam keadaan aman untuk segala penggunaan. Ada plastik yang aman dan ada yang berbahaya. Karena plastik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya untuk tubuh. Yang paling berbahaya adalah plastik kresek berwarna hitam yang banyak digunakan di pasaran. Plastik semacam ini mengandung zat kimia yang mudah mencemari makanan di dalamnya.

    http://www.motousers.or.id/viewtopic.php?f=191&t=2512

  23. Setuju dengan artikelnya.. tapi ada tambahan nih, selain daun pisang, daun talas juga bisa dijadikan sebagai pembungkus makanan loh…

  24. saya pengen tanya ja deh, kalo anda membahas tentang daun pisang, tapi kan banyak tuh pembungkus makanan selain dari daun pisang? contohnya daun jati, daun kelapa, daun jagung, dan daun2 yang lainnya. kandungannya sama ga tuh? lebih baik menggunakan daun apa yah?

  25. saya setuju dengan artikel anda memang betul bahwa : baik plastik maupun daun,memiliki dampak positif dan negatifnya, benar penggunaan daun untu pembungkus makanan(tempe) yang mempercepat fermentasi karena sama seperti meletakan tempe dalam ruang gelap (salah satu syarat ruang fermentasi) juga terdapat celah-celah kecil untuk sirkulasi udara dan tak lupa aroma yang dihasilkan lebih sedap dari pembungkus plastik. Sumber: http://etd.eprints.ums.ac.id/5714/1/J_300_060_002.PDF ( rista tlong di munculin y coment’n ayu )

  26. mau menambahkan, mungkin memang kulit pisang lebih baik dari pada plastik sebagai pembungkus makanan,
    namun diluar dari pada itu, kulit pisang juga memiliki kekurangan
    contohnya seperti yg dijelaskan elza bahwa kulit pisang bisa saja terkontam dengan bakteri luar seperti bakteri udara,
    dan kalau dilihat dari segi kualitas, kulit pisang mudah untuk melayu dan bisa mengakibatkan makanan yang dibalut olehnya menjadi langu.
    terima kasiih

  27. waaaaw bagus bagus. jadi pengen maka tempe terus. hehe
    ngomongin bungkus daun pisang, kalau nasi bakar kan juga pakai bungkus daun pisang tuh. Ada efek ga ketika daun pisag dibakar ? mengurangi daya guna gitu ? syukron jiddan ukhtiiii

  28. Lebih baik dengan pembungkus daun ukhti ^_^
    Sedikit tambahan saja, berbagai sifat tempe yang unggul sebagai berikut :
    a. Mempunyai nilai biologi tinggi, mengandung 8 asam amino esensial.
    b. Lemak jenuh rendah.
    15
    c. Kadar vitamin B12 tinggi.
    d. Mudah dicerna, jadi baik untuk segala umur.
    e. Mengandung antibiotik dan berpengaruh baik pada pertumbuhan badan
    f. Formula tempe untuk makanan bayi mempunyai nilai positif dalam
    pencegahan diare.
    g. Tempe dapat memerangi bakteri E.coli (Winarno, 1997).
    http://etd.eprints.ums.ac.id/990/1/K100030162.pdf
    Jenis plastik sendiri beraneka ragam, ada Polyethylene, Polypropylen, Poly Vinyl Chlorida (PVC), dan Vinylidene Chloride Resin. Secara umum plastik tersusun dari polimer yaitu rantai panjang dan satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer. Polimer ini dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat tidak larut, sehingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker. Bila makanan dibungkus dengan plastik, monomer-monomer ini dapat berpindah ke dalam makanan, dan selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang mengkonsumsinya.Bahan-bahan kimia yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urin maupun feses (kotoran).
    http://elits38.wordpress.com/2008/07/31/bahaya-dibalik-kemasan-makanan-plastik/
    Selain itu, plastik bekas pembungkus menjadi limbah yang susah di uraikan

  29. anda ingin sehat???? gunakanLahhh daun pisang sbgai pembungkus makanan anda ,,
    tnpa di sadar iiaa daun pisang lebih sempurna sbgai pembungkus makanan drpd pembungkus kertas ato plastik,,,
    terima kasih artikel Rista,,,, good:)

  30. waw ris w suka artikelnya!!..soalnya saya juga d kampung sehari2 biasanya menggunakan daun pisang untuk membungkus makanan, tapi dulu saya belum begitu tau banyak mengenai manfaat daun pisang, berkat artikel rista, saya bisa tau manfaatnya!! ALHAMDULILLAH YAH SESUATU!!
    memang sich orang2 sekarang kalau misal melihat ada orang yang membawa makanan d bungkus denga Daun pisang katanya norak lah,deso, tapi itu mungkin omongan orang2 yang gak tau za tentang manfaat daun pisang.
    apalagi kan daun pisang itu kan mudah mendapatkannya otomatis kan bisa menghemat biaya dan higienis lagi.
    menurut artikel yang saya baca selain mudah dicari, murah, dan aman, daun pisang juga bersifat biodegradable dan bebas dari unsur timbal dan bisa menghabat mikrobia, dan dingin sehingga cocok untuk mengemas makanan terutama agar tidak cepat basi.

    http://konteksebelas.blogspot.com/2012/02/pengemasan.html

  31. to ipeh: setau rista ni fungi itu kan jamur ya? tau kan apa itu jamur,sementara kalau ragi itu sendiri adalah zat fermentasi yang biasanya mengandung mikroorganisme nah contoh mikroorganismenya adalah kapang ini. kapang itu kalau ga salah jamur mikroskopis ya,dan yang mikroskopisnya cendawan….
    bner bgt peh,plastik juga berbahaya dari zat kimia pembuatannya dan biasanya produsen plastik sendiri kurang memperhatikan keselamatan para konsumen.

  32. tambahan lg, selain tempe makanan lain jg lebih baik dbungkus dgn bahan yg alami atau yg mudah diuraikan oleh organisme (biodegradable) karena apa, plastik dapat menyebabkan kanker. Mengapa? Hal ini dikarenakan monomer dr penyusunnya polivinil klorida, dapat bermigrasi ked lm makanan dan masuk ke tubuh kita. Zat kimia tsb tdk bisa larut dlm air, artinya apa? Zat tsb tdk bisa terbuang bersama urin dan feses. Akibatnya terjadi penumpukan bhn2 kimia berbahaya dlm tbh kita.
    http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-17047-2305100060-paperpdf.pdf

  33. iyaa kalau makan tempe yg di bungkus daun pisang juga rasanya lebih enak yaah karena seperti yg sdh dijelaskan rista kalau daun pisang mendukung pertumbuhan kapang. oh yah rista boleh nanya tidak, apa perbedaan antara jamur, kapang, dan ragi? atau sama saja? saya sdh googling tp blm ada artikel dr sumber yg ilmiah. mungkin rista bisa membantu saya dalam menjawab hal ini.

  34. saya jgga setujuh dengan artikel rista kkenpa lebih baik daun pisang ya krena daun pisang lebih alami dibanding plastik yg terdapat banyak bahan-bahan kimia bebahaya.

  35. saya setuju dengan artikel saudari rista, bahwa penggunan daun pisang lebih baik dalam hal membungkus makanan. Kepala Dinas Kesehatan Riau, Katijo MKes mengatakan, untuk menjamin keamanan produk plastik yang digunakan untuk makanan sebaiknya menjaganya agar tetap stabil. Jangan sampai rusak plastiknya. Sebaiknya, plastik yang didesain untuk kemasan makanan hanya boleh dipakai untuk kemasan, bukan untuk pengolahan makanan(seperti pembungkus ketupat sayur).http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=11465&kat=11

  36. to rahmita: btul bgt ami kalau daun pisang tidak di bersihkan dulu memang akan berbahaya, jadi biasanya daun pisang di lap dulu atau dibakar untuk mendapat aroma yang lebih sedap,bukan dibakar dalam arti sebenarnya ya tapi hanya dipanaskan dekat api sambil sesekali digoyangkan…

  37. to ana: daun jati juga bisa na dipakai buat pembungkus tempe di daerah yogya bisanya tempe menggunakan daun jati,hanya saja dari sumber yang di dapat dari rasa,aroma,warna penggunaan daun pisang lebih dominan di banding daun jati..

  38. wah ana setuju ta pake yang alami2 ajja deh ta, back to nature =) memang bener sekali adanya jika daun pisang itu lebih baik dari pada plastik ana jadi teringat almarhumah nenek yang selalu menggunakan daun pisang sebagai pembungkus makanan =) Subhanallah manfaatnya banyak daun pisang juga mengandung polifenol yya ta’ seperti pada artikel di link yang ana temukan ini
    http://intisari-online.com/read/sedapnya-daun-pisang
    mau tanya lagi bagaimana dengan daun jati yang biasa menjadi pembungkus makanan ta apa manfaatnya sama???

  39. saya setuju dengan faiza dan artikel ini,,karena baik plastik maupun daun,memiliki dampak positif dan negatifnya, benar penggunaan daun untu pembungkus makanan(tempe) yang mempercepat fermentasi karena sama seperti meletakan tempe dalam ruang gelap (salah satu syarat ruang fermentasi) juga terdapat celah-celah kecil untuk sirkulasi udara dan tak lupa aroma yang dihasilkan lebih sedap dari pembungkus plastik. Sumber: http://etd.eprints.ums.ac.id/5714/1/J_300_060_002.PDF

  40. Dari segi bahan penyusun, saya tentu pilih yang alami yaitu pembungkus daun pisang untuk membungkus tempe dan makanan lainnya, dari pada plastik yang bisa menyerapkan bahan kimia yang di kandungnya ke dalam makanan. Namun, perlu kita perhatikan, bahwa kesadaran masyarakat akan kebersihan masih terhitung minim. Banyak dari pedagang yang langsung menggunakan daun pisang tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Dan kita tahu, bahwa udara adalah “kendaraan” yang bisa mengantarkan bakteri ke substrat, termasuk pada daun pisang.

    Ada Sebuah penelitian yang Menganalisis pengaruh jenis pengemasan terhadap total bakteri padagetuk lindri(makanan ringan yang dibuat dengan bahan utama singkong). Kemasan yang dibnadingkan adalah daun pisang dengan kertas minyak. (meskipun perbandingan bukan dengan plastic, kita bisa melihat banyaknya bakteri pada daun pisang). Salah satu metodenya adalah menggunakan metode dengan melihat kekeruhan bakteri. Hasil penelitian getuk menunjukkan total bakteri tertinggi pada getuk lindri pada kemasan daun pisang yaitu 6,0 x 10 pangkat 7
    sedangkan total bakteri pada kemasan kertas minyak adalah 3,5×10 pangkat 6.
    Dari penelitian tersebut, kita bisa melihat bahwa jika menggunakan daun pisang tanpa dibersihkan dahulu, bakteri akan berkembangbiak pada makanan yang dibungkusnya.
    http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/130/jhptunimus-gdl-dwiputrisu-6454-3-babii.pdf

  41. saya setuju dengan artikel yang anda buat lebih baik menggnakan daun pisang, karena daun pisang itu Pembungkusan bahan tempe dengan daun pisang sama halnya dengan menyimpannya dalam ruang gelap (salah satu syarat ruang fermentasi),mengingat sifat daun yang tidak tembus pandang. Di samping itu aerasi(sirkulasi udara) tetap dapat berlangsung malalui celah – celah pembungkus. bedasarkan pembungkus yang ada.

    http://etd.eprints.ums.ac.id/5714/1/J_300_060_002.PDF

    tapi bagimana dengan adanya kontaminaSI bakteri dari udara pada daun, sehingga ketika digunakan sebagai pengemas dapat mempengaruhi kualitas makanan yang dikemasnya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s